an odd day

pernahkah teman-teman merasakan akan berpisah dengan orang-orang yang tman sayangi?

bukan karena mereka yang meninggalkan kita, tapi kita yang pergi meninggalkan mereka.

hari ini…ketika sedang bersama sahabat terhormat saya…saya merasakan itu. tiba-tiba air mata saya turun..ditanya mengapa, saya tidak bisa menjawab, saya tidak ingin membuat dia juga bersedih…huff’

hari yang aneh..menurutku

kenapa tiba-tiba merasa seperti itu?

Advertisements

Mesir dan Mahasiswa Indonesia

Kemarin saya mendengar berita di salah satu stasiun TV ada empat mahasiswa Indonesia yang ditangkap kepolisian Kairo, sebabnya salah satu dari mereka membuka website ikhwanul muslimin yang dianggap pemerintahan setempat sebagai aliran garis keras yang akan membahayakan negara. Para mahasiswa tersebut mengalami siksaan berupa setruman, penelanjangan, tidak diberi makan dan siksaan fisik lainnya.

Saya akan mengajak teman-teman untuk berbicara lain…tidak berat-berat…hanya pikiran naif saja yang muncul untuk bahan lelucon…

Setelah mendengar berita itu saya segera teringat celetukan ringan dari teman saya yang lain ketika menonton film Ayat-ayat Cinta, pesan moral yang ditangkap dari film ini jangan nikah kalo belum lulus kuliah, nanti dipenjara…kami pun tertawa bersama untuk lelucn itu. Di lain waktu, saya menonton kembali film berbau mahasiswa rantauan Indonesia di Mesir: Ketika Cinta Bertasbih, bersama sepupu saya. Lalu kami pun dengan jahilnya mengatakan pesan moral yang ada dalam film ini tak jauh berbeda dengan film pendahulunya.

Ada satu korelasi yang saya lihat dari tiga fenomena Mesir dan Mahasiswa Indonesia…kesulitan yang berhubungan dengan keamanan…Mereka berhubungan dengan kepolisian Mesir semua…ssssttt…ini hanya generalisasi sesat…hahahaha

menari kelam

menari kelam

sahabat dalam bayang

kawah putih

kawah putih

berbicara soal persahabatan… tentunya menyinggung masalah hati dan perasaan. Bagaimana persahabatan terjalin…

banyak hal yang dapat menyatukan individu yang berbeda. Dasarnya tak jauh berbeda dari hubungan orang tua dan anak, saudara sekandung, dan kekasih hanya formulasi saja yang dengan dominasi berbeda.

kandungannya hampir sama…kasih sayang, cinta, kompetisi, cemburu, ingin memiliki, tulus, pengorbanan, dsb. Kadarnya saja yang berbeda…

tak mengherankan jika seorang teman bahkan rela meninggalkan sahabat-sahabatnya demi kekasihnya. tapi bisakah maruk dalam hal ini? kita tak perlu kehilangan yang lain untuk mendapatkan yang baru. bukankah semakin banyak cinta yang kita beri, semakin banyak cinta yang kita terima?

ngomong politik??

Jelang Pilpres 2009, ramai sekali perdebatan antara juru bicara Capres SBy-Boediono dan juru bicara Capres JK-Win berkaitan dengan selebaran yang berindikasi negatif terhadap capres tertentu dalam kampanye JK-Win. Sudah ada tersangka yang mengaku merupakan suruhan dari salah satu capres tersebut. (Yah, silakan teman-teman cari saja berita tentang hal ini). Saya tidak ingin ikut berdebat tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Saya hanya berpendapat sebagai seorang rakyat, yang sampai saat ini belum pernah melakukan pemilihan umum untuk negara (tentu saja saya pernah ikut Pemilu di sekolah dan kampus). Bukan karena saya tidak memanfaatkan hak pilih saya. Tapi kesempatan itu belum sempurna datangnya. Hehehe…. Berkata lugas atau frontal atau menantang (mudah-mudahan saya tidak seperti Prita Mulyasari), saya muak dengan tingkah laku mereka. Masing-masing menganggap diri palling benar. Masyarakat bisa menilai. Kenapa tak berkata jujur saja. Teringat Maggie (salah satu tokoh dalam novel Breaking Dawn) vampir yang bisa mengetahui apa yang diucapkan seseorang bohong atau tidak), berharap dia hadir sambil berekspresi sehingga rakyat dapat mengetahui siapa yang jujur siapa yang tidak. Apalagi masing-masing berkata memiliki jasa paling besar dalam perkembangan negara ini.

Saya cukup heran, banyak juga orang yang ingin memimpin negeri ini. Oke, itu memang sebuah keharusan. Tapi, meminta jabatan? Mengajukan diri? Seberapa besar pertanggungjawaban mereka nantinya? Saya teringat almarhum Bapak saya yang “emoh” waktu ditawari jabatan sebagai Kepala Sekolah, sampai akhir hayatnya dia tetap memilih menjadi guru biasa. Dan saya bangga dengan itu.

Kembali pada politik negara, tak perlu menyalahkan mengapa rakyat menjadi golput, tak usah membuat fatwa haram, memang tak perlu lagi membuat fatwa haram bagi pemimpin atau calon pemimpin yang membohongi rakyat atauyang riya’, toh itu memang hal sudah termasuk dalam daftar perbuatan berdosa. Jadi, jangan salahkan rakyat jika melanggar fatwa haram golput itu…jangan bilang mereka (atau kami?) berdosa. Jangan pula menyalahkan rakyat yang tak patuh pada pimpinan, apakah masih ada kewajiban untuk mengikutinya?

My New Blog

hm…akhirnya saya bikin juga blog, sepertinya terhasut oleh teman2 yang mempubilkasikan tulisan2nya…kenapa saya tidak berani? kita coba saja…saya orang yang gampang bosan sebenarnya..situs yang baru2 ini meledak saja sudah membuat saya bosan…ada yang lebih menarik lagi bagi saya…novel2 baru tentunya..hahahaha…
sebenarnya membuat blog sudah ada sejak lama di pikiran saya..lagi2 hanya menjadi gaungan saja…mungkin nanti akan saya pikirkan lagi tema apa yang akan saya sampaikan dalam blog saya…aroma yang dalam saya harap…

lalu apakah blog baru saya ini akan bertahan lama??kita doakan saja bersama…

  • Calendar

    • November 2017
      M T W T F S S
      « Jul    
       12345
      6789101112
      13141516171819
      20212223242526
      27282930  
  • Search